A. Definisi Heat Exchanger

Adalah suatu equipment yang berfungsi untuk menukar panas antara fluida dingin dan panas dengan konsep perpindahan panas/heat transfer.

B. Karakteristik Heat Exchanger yang Umum Digunakan di Industri

1. Shell & Tube Heat Exchanger

Shell & Tube HE

Shell & Tube HE

– Sesuai untuk semua jenis fluida baik single phase gas, liquid, boiling, dan kondensasi.  Apabila fluida mengandung slurry/lumpur maka seharusnya tidak diposisikan di shell karena akan timbul residual fluida.

– Dapat dirancang untuk berbagai variasi nilai temperature dan pressure

– Umumnya dibuat dari material Carbon Steel atau Stainless Steel. Bahkan untuk heavy duty operation terkadang menggunakan material Alloy Steel

– Dapat beroperasi pada nilai fouling factor yang ekstrem. Biasanya dapat dilakukan mechanical cleaning di sisi tube. Rawan terjadi sedimentasi di sisi shell, terutama di daerah sekitar baffles, tetapi dapat dirancang untuk mechanical cleaning di sisi shell jika menggunakan model desain removed bundle.

– Safety & Reliability umumnya baik. Area yang harus diperhatikan adalah sambungan tube ke tubesheet tabung-tubesheet yang rawan terjadi korosi, terutama di sekitar baffles dan kemungkinan timbul tube vibration.

– Dengan model removed bundle, semua bagian dapat diinspeksi secara visual. Dengan desain fixed tubesheet, hanya sisi tube yang dapat diinspeksi secara visual, tetapi dengan metode ultrasonik hal itu dapat dilakukan.

– Shell & Tube HE memiliki rasio surface / volume rendah. Rasio surface / volume biasanya 50-120 m2/m3.

TEMA Shell Tube HE Nomenclature

TEMA Shell Tube HE Nomenclature

Kelebihan & kekurangan dari desain STHE

Kelebihan & kekurangan dari desain STHE

2. Air Cooled Heat Exchanger

Air Cooled Heat Exchanger

Air Cooled Heat Exchanger

– Umumnya digunakan untuk fluida gas, liquid dan kondensasi

– Air Cooled Heat Exchanger cenderung menjadi tidak ekonomis jika temperatur outlet kurang dari 20 sampai 30 ° C di atas temperatur ambien.

– Tube dan header dapat difabrikasi dengan menggunakan material umum. Fin biasanya menggunakan material Aluminium, kadang-kadang material steel galvanised digunakan dalam kondisi korosif, tapi mempunyai loss efficiency yang cukup besar.

– Mempunyai fouling factor yang tinggi, yang perlu dipertimbangkan adalah desain header box untuk memudahkan akses mechanical cleaning pada tube side.

– Pada fin aluminium memungkinkan terjadinya korosi. Masalah utama adalah cleaning di sekitar air side dan fan drives.