Pemilihan material untuk konstruksi pressure vessel harus dari material yang sudah  disetujui oleh Standard Code. Adapun faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih bahan yang paling cocok termasuk:

1. Service untuk proses korosif dan non korosif

Non Korosif : untuk ketahanan non korosif material yang dipilih berdasarkan operating temperature. Ada 3 tingkat operating temperature:
a. Temperature rendah –> low alloy carbon steel yang diuji dengan thoughness test.
b. Temperature Menengah –> low carbon steel.
c. Temperature tinggi –> carbon steel dengan ultimate & yield strength yang tinggi.

Korosif : untuk operasi korosif tinggi, biasanya kita menggunakan stainless steel material. Karena harga dari stainless steel yang sangat mahal, yang bisa tiga kali lipat dari harga baja karbon, ada tiga metode yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk plat baja karbon:

a. Cladding –> pelapisan yang dilakukan di sebuah pabrik baja dengan proses hot rolled antara plat carbon steel dengan corrosion resistant sheet yang telah dilas di tepinya.
b. Strip atau sheet lining –> Stainless steel yang tidak dapat dilas secara konvensional seperti baja titanium, maka untuk mengelas menggunakan metode Explosion Caldding.
c. Weld overlay cladding –> Stainless steel yang dapat dilas dengan menggunakan las konvensional akan dilas baris demi baris sampai seluruh permukaan benar-benar tertutupi.

2. Design Condition (Pressure & Temperature)

3. Design Life & Fatigue Effects selama operasi

4. Wear & Abrassive Resistant

5. Welding & Fabrication Process