Glycol Contactor

Aliran Wet Gas masuk melalui bagian bawah Contactor. Bagian Contactor dilengkapi dengan sebuah mesh tipe Mist Eliminator yang berfungsi sebagai  penangkap tetesan dan hidrokarbon cair untuk mengalir ke bawah Contactor. Kemudian juga dilengkapi dengan Level Gauge dan Level Control Valve. Pada kondisi low-low level akan mengaktifkan Shut Off pada Level Control Valve
untuk mencegah gas menerobos ke Regeneration System.

Sebuah mesh tipe Mist Eliminator juga diletakkan di bagian atas Contactor untuk meminimalisasi glycol terbawa ke atas bersama Dry Gas. Wet Gas mengalir dari bawah ke atas dan berlawanan dengan aliran Glycol yang datang dari atas ke bawah.

Rich glycol yang kaya akan kandungan air dari Wet Gas keluar melalui bagian bawah dari Contactor, dan dikontrol secara otomatis oleh Level Controller
, dan kemudian mengalir menuju ke bagian Regeneration System.

Gas/Glycol Heat Exchanger

Temperatur Lean Glycol yang masuk ke Contactor sangat berpengaruh terhadap dew point dari Dry Gas dan glycol loses. Sehingga temperatur harus tetap dijaga lebih tinggi dari temperature Gas Inlet/Wet Gas supaya tidak terjadi kondensasi pada saat keluar dari Contactor. Kondensasi gas pada bagian atas akan menimbulkan buih di dalam Contactor.

Oleh karena itu temperatur inlet Lean Glycol harus 15 ° F di atas temperatur Gas Inlet. Jenis HE yang digunakan adalah jenis TEMA Heat Exchanger.

Flash Tank

Glycol Flash Tank terletak dibawah dari Reflux Condensor dan berfungsi untuk memisahkan dan menghilangkan flash gas dan hydrocarbon liquid dari Rich Glycol. Jika kontaminan ini tidak dihilangkan maka akan mempengaruhi kinerja dari Glycol Reboiler dan efisiensi dari Regeneration System. Sehingga dapat menimbulkan buih/foam di sistem. Sebuah pemisah tiga fase horizontal dengan bendung plat internal disediakan. Selain itu, Flash Tank didesain agar memiliki waktu yang cukup untuk proses pelepasan/menghilangkan kandungan kontaminan yang nantinya akan berada diatas Rich Glycol. Flash Gas akan keluar melalui Vent Line, dan Rich Glycol akan mengalir ke Still Column.

Lean Glycol/Rich Glycol Heat Exchanger

Glycol/Glycol Heat Exchanger adalah berjenis Shell & Plate HE. Berfungsi sebagai pendingin dari Hot Lean Glycol sampai dibawah 185 derajat F agar pompa Glycol tidak rusak karena desain temperatur untuk pompa adalah 200 derajat F.

Pertukaran panas terjadi saat Rich Glycol yang mengalir dalam Shell mempunyai temperatur lebih rendah daripada Lean Glycol yang mengalir dalam Plate. Sehingga Rich Glycol menjadi panas dan hal ini akan membuat efisiensi Glycol Reboiler akan lebih tinggi (memerlukan duty yang rendah).

Glycol Sock Filters

Mempunyai 2 x 100% dengan 3 elemen filter yang terpasang di dalam. Fungsi dari filter tersebut adalah menghilangkan kontaminan padat pada glycol saat membawa    gas dari feed, upstream line dan kerak-kerak vessel.
Filter ini didesain untuk mampu menghilangkan partikel padat dengan ukuran 10 micron dan efisiensi 90%. Batas maksimum pressure drop yang diijinkan adalah sebesar 14.7 psi.

Glycol Charcoal Filters

Glycol Charcoal Filters dipasang setelah Glycol Sock Filters. Kotoran chemical, hydrocarbon liquid dan TEG yang sudah terdegradasi akan diserap oleh 3 filter yang terpasang di dalam vessel.
Glycol Charcoal Filters akan off jika pressure drop maksimum (14,7 psi). Dengan demikian elemen filter harus diganti dengan yang baru.

Still Column with Glycol Reflux Condenser

Glycol Still Column dipasang langsung di atas Glycol Reboiler untuk memungkinkan glikol mendapatkan cukup panas. Rich Glycol panas dimasukkan ke bagian tengah Glycol Still Column.

Di bagian bawah dikemas bagian, pemanasan dan pecahan penyulingan glikol kaya terjadi. Bagian dikemas atas berfungsi untuk meminimalkan jumlah kerugian glikol meninggalkan udara dengan uap air.

Glikol kondensor refluks merupakan bagian integral dari glikol masih kolom. Kaya glikol dari kontaktor melewati kondensor refluks untuk mendapatkan panas dari uap air di masih kolom. Refluks ini memastikan bahwa semua glikol dalam uap air terkondensasi dan mengembalikan kembali ke bagian pengepakan glikol masih kolom sehingga memberikan fraksinasi proses. Katup bypass dari kondensor diatur sekali, untuk mengontrol manual perbedaan suhu antara inlet dan outlet menunjukkan oleh TDI-986B sekitar 17 deg.F, sehingga untuk menjaga refluks yang diperlukan di bagian atas glikol masih kolom.

Glycol Reboiler with Stripping Column

Glycol reboiler berfungsi untuk memurnikan kembali kosentrasi glikol dengan menguapkan dan menghilangkan air yang sebelumnya telah diserap di dalam Contactor dengan cara pemanasan langsung. Hal ini dirancang untuk mencegah atau meminimalkan degradasi termal dari glikol karena hot spot pada permukaan pemanasan.

Glycol reboiler beroperasi pada tekanan 3,0 psig untuk melawan tekanan balik dari flare header yang beroperasi pada tekanan normal 2,5 psig. Operating temperatur Glycol Reboiler ditetapkan sebesar 400° F, di mana 98,8 % wt adalah dicapai tanpa gas stripping. Untuk mencapai glikol dengan konsentrasi tinggi  (99,5% wt) maka harus ada penambahan Stripping Column yang terinstal di dalam vessel. Stripping gas yang berlebihan dapat menyebabkan loses tinggi pada Glycol lewat penguapan sehingga harus ada pengontrolan pada flow ratenya.

Glycol Surge Tank

Dirancang untuk menjaga volume yang glikol agar cukup mengakomodasi perubahan volume akibat ekspansi termal ketika sistem dipanaskan.

Booster Pumps (Optional)

Booster pump hanya disediakan untuk memberikan NPSH yang cukup untuk sirkulasi glycol pompa yang di desain ini tidak selalu dioperasikan. Disediakan untuk tujuan stand-by.

Glycol Circulation Pumps

Dua motor listrik pompa disediakan untuk memompa Lean Glycol dari Glycol/Glycol HE ke Gas/Glycol HE. Pompa ini dirancang untuk memiliki sekitar 178 psi diff. pressure dan power 7,5 kW (10,0 HP) pada 1500 RPM. Salah satunya adalah sistem stand by.